Proyek Jaringan Perpipaan Senilai Dua Miliar di TTS Terancam Mubasir

Reporter: Sarry Saekoko 
| Editor: NU
Foto: Bak Penampungan Air di Desa Snok, Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Meski penyerahan sementara pekerjaan tersebut sudah dilakukan guna pemeriksaan dengan dua kali uji coba saat PHO. Sayangnya setelah PHO, masih menyisahkan sejumlah persoalan yang mengakibatkan masyarakat pemanfaat air bersih belum bisa menikmati air hingga saat ini.

Penelusuran awak media ini pada Minggu, (20/04/2025), ditemukan sejumlah pekerjaan mangkrak seperti sambungan dari pipa induk ke sambungan pipa meter air belum diselesaikan, serta 7 unit meter air yang belum terpasang dirumah warga RT. 06, RT. 13 dan RT. 14.

Bacaan Lainnya

Selain itu, terdapat 67 buah dudukan meter dan kran air yang belum dikerjakan, serta tujuh titik lokasi yang dilalui pipa induk, belum ditutup dengan tanah, serta upah bagi 13 orang pekerja galian tanah untuk penanaman pipa induk juga belum dibayarkan oleh kontraktor pelaksana.

Lebih parahnya, sambungan pipa dari pipa induk ke sambungan meter rumah warga hanya asal dipasang alias mengunakan plastik rongsokan tanpa perekat (selowtipe) dan lem pipa PVC, bahkan klam sambungan dan sejumlah material sambungan pipa besi nampak seperti alat lama yang dipakai mengakibatkan sering terjadi kebocoran saat air dialirkan, kuat dugaan, kontraktor tidak pengadaan alat baru dalam proyek bernilai miliaran ini.

Pos terkait