Sementara itu, Tokoh Masyarkat Desa Snok Kecamatan Amanatun Utara Joni K. Fay, menegaskan bahwa program air bersih yang dibiayai pemerintah sangat diharapkan oleh masyarakat Desa Snok, jika pekerjaannya tidak selesai maka disangat disayangkan dan masyarakat yang akan rugi.
“Ini program pemerintah yang telan anggaran cukup besar, masyarakat sangat berharap untuk menikmati air bersih. Tapi kalau pekerjaan tidak selesai, masyarakat yang akan rugi. Kita berharap, proyek ini harus berhasil jangan sampai mubasir”, ungkapnya.
Selain itu, salah satu pekerja galian tanah, Yohanis Tanaem, mengeluhkan soal upah kerja galian yang belum dibayarkan oleh Kontraktor Pelaksana, meski dirinya sudah selesaikan pekerjaan galian sepanjang 140 meter untuk penanaman pipa induk dengan harga permeter dibayarkan 10.000.
“Saya sendiri sudah gali lubang 140 meter dan waktu itu sepakat, bayar 1 meter 10.000, tapi sampai sekarang, saya dan 12 orang yang kami gali belum terima bayaran, jadi kami tunggu itu bos”, ungkap jhon
Secara terpisah, Benyemin Alle, yang diketahui sebagai pelaksana teknis pekerjaan tersebut mengkonfirmasi via telepon Whatsapp pada Minggu sore, bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai. Namun kenyataan dilapangan, justru tidak seperti yang dirinya mengklaim.





