Negara Ikut Puasa, atau Minimal Berhenti Ngemil Kepercayaan Rakyat, Legalitas Sah, Kepercayaan Surut

Usul dan Saran
– Negara perlu belajar menahan diri, seperti orang berpuasa. Tidak semua kewenangan harus digunakan, apalagi bila berpotensi melukai rasa keadilan.

– Prosedur hukum harus ditemani dengan kepekaan sosial. Jangan hanya membaca berkas, tetapi juga membaca keadaan.
– Transparansi dan keberanian untuk jujur lebih penting daripada sekadar legalitas.

Kesimpulan
Pada akhirnya, pengadilan memang bisa memutuskan apakah sebuah keputusan sah atau tidak. Tetapi hanya rakyat yang bisa memutuskan apakah negara masih layak dipercaya. Dan putusan rakyat, seperti putusan Tuhan, tidak bisa diajukan banding.

Negara, bila terus “ngemil” kepercayaan rakyat, akan kehilangan rasa hormat. Maka, bulan puasa ini bisa menjadi momentum: berhenti sejenak, menahan diri, dan bertanya bukan apakah semua ini sah, melainkan apakah semua ini pantas. Karena negara yang bijak bukanlah negara yang selalu kenyang, melainkan negara yang tahu kapan harus berhenti makan.

Pos terkait