“Namun, dengan proses seleksi yang semakin kompetitif melalui sistem kuota terutama pada Universitas-Universitas Negeri, Sekolah Kedinasan dan seleksi menjadi TNI/Polri, tentunya membutuhkan persiapan yang matang dan komprehensif -tidak hanya dalam hal pengetahuan akademik, tetapi juga dalam hal mental, kepercayaan diri, dan kesiapan psikologis,” kata Gubernur NTT.
“Pendampingan ini, dalam rangka kita menyiapkan bahwa adik-adik kita, siswa/i SMA/SMK se-NTT mereka itu harus betul-betul paham, minat, bakat, keahlian, kemampuan masing-masing. Harus diarahkan dengan baik. Jangan biarkan anak-anak bingung pilih dengan ketidaktahuan setelah dia SMA/SMK itu nanti bahaya, apalagi itu bibit-bibit bagus yang tidak boleh sampai salah langkah. Oleh karena itu, para Guru, Orang Tua dan murid yang bersangkutan harus duduk bersama-sama, diskusi dan tentukan yang tepatnya dan yang terbaik itu dimana. Itu tugas kita bersama.” Jelas Melki.
Gubernur Melki Laka Lena juga mengatakan, bahwa potensi anak-anak NTT untuk lulus dan lolos dalam berbagai seleksi masuk perguruan tinggi dan sekolah kedinasan sebenarnya sangat tinggi, yang tentu harus dipersiapkan sejak dini dan diawasi secara ketat dan berjenjang.





