Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh dialog terbuka ini juga membahas secara mendalam kondisi sosial keagamaan di NTT, peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam, keberadaan dan peran pondok pesantren, hingga kontribusi perguruan tinggi Islam dalam merawat kedamaian dan toleransi antarumat beragama. Kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai tantangan sosial saat ini dan bagaimana kekuatan nilai agama dapat menjadi perekat persatuan, bukan pemisah di tengah masyarakat.
Ketua DPRD NTT Ir. Emelia J. Nomleni menyambut baik kunjungan dan silaturahmi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerukunan hidup antarumat beragama di NTT adalah aset paling berharga yang harus dijaga bersama oleh semua pihak. Sinergi antara ulama dan pemerintah daerah baik legislatif maupun eksekutif sangat diperlukan agar nilai-nilai toleransi terus tumbuh dan menjadi landasan pembangunan daerah yang harmonis dan damai.
Melalui momentum pertemuan ini, MUI dan pihak legislatif sepakat untuk terus merajut komunikasi yang erat dan berkelanjutan. Kedua pihak berkomitmen memperkuat kolaborasi demi merawat toleransi, menjaga kedamaian, dan memperkokoh persatuan di Bumi Flobamora — Nusa Tenggara Timur yang majemuk, damai, dan sejahtera.
