EPILOG EDITORIAL
Di tanah yang dihuni oleh beragam keyakinan dan kepercayaan, kerukunan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sudah pasti dan selamanya terjaga tanpa dirawat. Kerukunan itu bagai tanaman yang butuh terus disiram, dijaga, dan dilindungi dari angin yang berhembus kencang. Kunjungan MUI Pusat dan dialog terbuka dengan DPRD NTT adalah bukti bahwa kekuatan agama dan kekuatan negara berjalan beriringan, bukan berlawanan arah. Ketika ulama dan wakil rakyat duduk bersama untuk membicarakan kedamaian, itu adalah tanda bahwa masa depan NTT berada di tangan orang-orang yang mengerti satu hal: bahwa di bawah langit yang sama, di atas tanah yang sama, kita semua adalah saudara. Semoga silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan sesaat, melainkan awal dari kerja sama yang lebih luas untuk menjaga Bumi Flobamora tetap menjadi rumah yang aman bagi setiap penghuninya, apa pun keyakinannya. Karena ketika kerukunan retak, semua yang tinggal di dalamnya akan merugi. Dan ketika kerukunan terjaga, semua akan tumbuh bersama.***
