Sopir Pick Up Menambal Jalan di Amfoang, Pemerintah Menambal Janji dari Kupang

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

– Infrastruktur jalan di Amfoang masih minim perhatian, membuat masyarakat kecil dikorbankan.
– Jalan dan jembatan yang seharusnya menjadi penunjang ekonomi justru menjadi penghambat.
– Keluhan sopir pick up menegaskan bahwa akses transportasi adalah kebutuhan dasar, bukan sekadar fasilitas tambahan.

Meksi menambahkan: “Kami berharap DPRD Kabupaten Kupang lebih jeli dalam penganggaran pembangunan di Amfoang, sehingga kebutuhan dasar masyarakat kecil menjadi prioritas.”

Suara Publik

Keluhan serupa juga muncul di wilayah lain. Seorang tokoh masyarakat di Fatuleu berkata:

“Kami tidak meminta kemewahan, hanya jalan yang bisa dilalui anak-anak sekolah tanpa harus menunggu musim kering.”

Sementara seorang ibu di Manubelon menegaskan: “Air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi hak dasar. Kami berharap pemerintah mendengar.”

Usul dan Saran
Sebelum menutup dengan analogi akhir, ada beberapa saran yang patut dipertimbangkan oleh Bupati Kupang dan DPRD Kabupaten Kupang:
– Prioritaskan anggaran untuk jalan, jembatan dan jaringan air bersih, dengan perhatian khusus pada wilayah Amfoang.

– Dorong regulasi pendukung bagi petani, nelayan, dan sopir angkutan lokal, termasuk akses pasar dan subsidi teknologi sederhana.

Pos terkait