Seperti perahu kecil yang tiba-tiba dihantam ombak besar di tengah laut, sebuah mobil pengawal Bupati Kupang, Yosep Lede, terseret derasnya arus banjir saat melintasi Kali Siumate, Kecamatan Fatuleu Barat, Jumat (13/2) pagi. Peristiwa ini menjadi gambaran betapa alam bisa berubah seketika, menghadirkan ancaman yang tak terduga.
KabupatenKupang-NTT,— Mobil milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu diduga terjebak arus deras akibat luapan sungai yang mendadak meningkat. Warga sekitar bersama rombongan pengawal masih berada di lokasi, berusaha melakukan evakuasi kendaraan yang terseret.
Upaya penyelamatan tidak dilakukan dengan tangan kosong. Satu unit alat berat jenis ekskavator diturunkan langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Hingga siang ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun cedera dalam insiden tersebut.
“Iya, kita sementara upaya evakuasi,” ungkap salah seorang sumber melalui sambungan telepon, menegaskan bahwa proses masih berlangsung di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan darat di wilayah rawan banjir bukan sekadar soal jarak dan waktu, melainkan juga soal kesiapan menghadapi alam yang bisa berubah dalam hitungan menit.
Seperti batu besar yang tetap kokoh meski dihantam arus sungai, semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada, agar langkah pembangunan dan pelayanan publik tidak mudah goyah oleh derasnya tantangan.





