Kabupaten Kupang- NTT, – Di Halaman Gedung Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kupang Tengah, Desa Noelbaki Jalan Timor Raya , suasana diskusi antara pengurus PDI Perjuangan dan wartawan terasa hangat namun penuh makna. Tidak ada panggung besar, tidak ada sorak-sorai. Hanya kursi yang tersusun melingkar, kopi panas,kue cucur dan kata-kata yang mengalir jujur dari seorang ketua partai. Dessy Ballo, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, memecah kebiasaan: ia tidak meminta pujian, melainkan kritik.
“Jangan tulis puji-pujian. Tulislah kelalaian kami,” ucap Dessy, suaranya tegas namun penuh kerendahan hati kepada media, Jumat, 5/12/2025
Dessy mengingatkan bahwa tiga anggota DPRD Kabupaten Kupang dari PDI Perjuangan bisa saja lupa akan tugas, fungsi, dan kewenangan.
“Kami sangat membutuhkan kritik dan masukan konstruktif dari wartawan, pemuda, mahasiswa, generasi milenial, generasi Z, tokoh perempuan, tokoh agama, maupun ormas lain agar kami sadar akan tugas dan tanggung jawab,” katanya.
Ia bahkan mengutip kisah Yudas dalam Alkitab:
“Hanya dengan satu ciuman, Yesus ditangkap, disiksa, dan disalibkan. Apalagi jika ciuman itu berulang kali, pasti lain ceritanya.”





