Defisit 319 M, Pesawat APBD Hadapi Turbulensi, PPPK: Kami Penumpang, Pemerintah, DPRD Pilot dan Kopilot 

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Gambar tersebut menampilkan pesawat besar yang hendak lepas landas dengan bahan bakar terbatas, dikelilingi awan gelap turbulensi, sebagai simbol defisit anggaran yang membayangi jalur fiskal Kabupaten Kupang. Pesawat digambarkan berusaha menembus awan menuju langit cerah—sebuah metafora harapan akan solusi yang segera ditemukan.

Bupati Kupang Yosef Lede: Bayar Gaji Normal, Sambil Menyiapkan Strategi Fiskal

Bupati Kupang memberikan arahan yang menenangkan:
“Mohon dirampungkan semua proses dan pastikan gaji dibayar normal terlebih dahulu, sementara kita terus bekerja mencari solusi jangka panjang.”

Beliau menegaskan bahwa dana silpa, Dana Pokir DPRD dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembayaran gaji PPPK, sehingga memberi kepastian bagi ribuan pegawai yang khawatir akan keberlangsungan hidup sehari-hari.

Penutup: Pesawat Defisit 319 M Harus Mendarat dengan Aman dan PPPK Nyaman 

Seperti pesawat yang sudah terbang di udara, Kabupaten Kupang tidak bisa berhenti di tengah perjalanan. Pilot (pemerintah) dan kru (DPRD) harus bekerja sama memastikan pesawat ini mendarat dengan aman, tanpa mengorbankan penumpang (PPPK) yang telah mempercayakan hidupnya pada perjalanan ini.

Usul dan Saran

1. Pemanfaatan Dana Silpa dan Dana Pokir DPRD secara maksimal untuk menutup kebutuhan gaji PPPK.

2. Revisi Anggaran dengan memangkas belanja non-prioritas dan kegiatan seremonial.

3. Kolaborasi DPRD–Pemerintah dalam mengoptimalkan pokir Dewan untuk kebutuhan mendesak.

4. Transparansi Fiskal agar publik memahami kondisi keuangan daerah dan ikut memberi masukan.

Pos terkait