– Melakukan efisiensi belanja non-prioritas.
– Menjalin komunikasi dengan perwakilan PPPK yang mewakili lebih dari 4 ribu tenaga kerja.
Penutup: Pesawat Defisit 319 M. Mendarat Aman
Seperti pesawat yang berhasil menembus awan gelap, keputusan ini memastikan bahwa penumpang (PPPK) tetap aman dan tidak dikorbankan. Pilot (Bupati) dan kru pendukung (DPRD serta partai politik) menunjukkan kerja sama untuk membawa pesawat fiskal Kabupaten Kupang mendarat dengan selamat di landasan kesejahteraan.
Usul & Saran
1. Transparansi Anggaran: Publikasi rutin kondisi APBD agar masyarakat memahami tantangan fiskal daerah.
2. Efisiensi Berkelanjutan: Pangkas kegiatan seremonial dan belanja non-prioritas.
3. Optimalisasi Dana Silpa: Pastikan alokasi tepat sasaran untuk kebutuhan wajib, terutama gaji aparatur.
4. Kolaborasi DPRD–Pemerintah: Perkuat sinergi dalam pengambilan keputusan fiskal.
5. Advokasi ke Pusat: Dorong pemerintah pusat meninjau kembali kebijakan beban gaji PPPK agar tidak sepenuhnya ditanggung daerah.
Dengan langkah ini, pesawat bernama Kabupaten Kupang tidak hanya selamat dari turbulensi defisit, tetapi juga siap terbang lebih tinggi menuju kesejahteraan bersama.
