Menindaklanjuti hal ini, DPC Pospera TTS telah menggelar pertemuan dengan seluruh PAC di berbagai kecamatan untuk membahas langkah selanjutnya. Mereka juga berencana menggelar aksi damai bersama beberapa organisasi di Kabupaten TTS.
Efryn menegaskan bahwa sikap DPC Pospera TTS bukanlah bentuk pembelaan terhadap Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS, Yerim Yos Fallo, yang juga merupakan Ketua Pospera TTS.
“Sikap kami bukan karena kepentingan membela Yerim Yos Fallo. Ini murni perjuangan membela hak wakil rakyat. Jika hal serupa terjadi pada anggota DPRD lain, kami juga akan bersikap sama,” tegasnya.
Dukungan ini juga diperkuat oleh dua Wakil Ketua DPC Pospera TTS, Absalom Sabat dan Fransiskus Missa. Mereka menegaskan bahwa siapa pun anggota DPRD yang mengalami perlakuan serupa akan mendapat dukungan yang sama dari Pospera TTS.
Fransiskus Missa mendesak Bupati TTS untuk mencopot Sekwan DPRD TTS yang dinilai memiliki kinerja buruk dan menjadi penyebab kegaduhan ini.
Pertama Publik menilai DPRD TTS buruk, padahal ini akibat ulah Sekwan. Dialah yang bertanggung jawab atas penerbitan SPTJM yang menimbulkan polemik ini,” tegas Frans
Kedua,ia juga mencurigai adanya praktik mafia oleh oknum elit yang merusak nama baik daerah. Karena itu, Pospera TTS akan membangun komunikasi dengan masyarakat dan berbagai organisasi untuk bersama-sama memperjuangkan kebenaran dan keadilan.





