Pemeriksaan Anak Sulung
Dalam sidang tertutup, anak sulung menyatakan ibunya menghapus nomor WhatsApp ayahnya sehingga komunikasi terputus. Namun ia menegaskan tetap menyayangi ayahnya. Momen haru terjadi ketika Mokris Lay memeluk anak-anaknya sambil menangis di ruang sidang.
Keterangan Korban dan Bukti Kontradiktif
Korban mengklaim kesusahan ekonomi, namun bukti menunjukkan saldo rekening mencapai Rp873 juta di BCA dan Rp191 juta di BNI. Kuasa hukum menilai klaim tersebut tidak konsisten.
Selain itu, video ciuman dengan AGL, aliran dana ke rekening AGL, serta pemberian HP Samsung memperkuat dugaan adanya pria idaman lain. “Jika korban memang kesusahan uang, bagaimana mungkin ia bisa meminjamkan dan mengirimkan uang kepada laki-laki lain?” tegas Rian Kapitan
Bukti khusus yang dihadirkan:
– Sprei Ungu: Korban mengakui sprei dari rumah Mokris digunakan untuk foto selfie bersama AGL.
– HP Samsung: Dibeli dengan uang Mokris, kemudian diberikan kepada AGL.
– Rekening Koran BRI: Menunjukkan transfer berulang dari korban ke AGL.
Perintah Hakim
Hakim memerintahkan pemeriksaan konfrontir antara korban dan AGL untuk mengklarifikasi aliran dana dan hubungan pribadi. “Korban sudah memiliki pria lain, sehingga nafkah batin dari Pak Mokris tidak perlu lagi diberikan. Kebutuhan jasmani korban pun telah terpenuhi dari kekayaannya,” jelas Rian Kapitan.
