“Atas nama civitas akademika Unwira, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan konkret dari Bapak Gubernur dan seluruh jajaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Pater Philip juga menegaskan komitmen Unwira untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bumi Nusa Flobamorata.
“Kami mendukung program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting melalui Kuliah Tematik Semester (KKNT) dan pengabdian masyarakat yang diarahkan secara khusus, misalnya di Kabupaten Manggarai Timur,” jelasnya.
Rektor menutup sambutannya dengan menyatakan kesiapan Unwira menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda NTT menuju Indonesia Emas 2045. “Kita tidak ingin NTT 2045 hanya menjadi wacana emas yang penuh was-was. Kita ingin menjadikannya kenyataan bersama,” tegasnya.
Dalam kuliah umumnya, Gubernur NTT mengajak seluruh civitas akademika untuk berpikir kritis dan visioner serta pentingnya memahami dinamika global, termasuk tren urbanisasi, ketimpangan wilayah, perkembangan teknologi, hingga ketidakpastian geopolitik.
“Dunia sekarang sedang menghadapi ketidakpastian yang luar biasa. Dari perang ekonomi global, ketimpangan pembangunan antar wilayah, sampai tantangan perubahan iklim dan energi,” ujarnya.
