NTT BERBENAH: TRAGEDI YBR JADI ALARM KEMANUSIAAN, MESIN DATA KEMISKINAN HARUS DIPERIKSA ULANG

Reporter: Adrianus Ndu Ufi/Co 
| Editor: Redaksi Timor Raya

Kupang-NTT,— Seperti sebuah pesawat yang harus melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum terbang, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 7 Februari 2026, menggelar Rapat Evaluasi Pendataan dan Program Penanggulangan Kemiskinan. Rapat ini menjadi tindak lanjut atas tragedi meninggalnya YBR (10), siswa SD asal Jerebuu, Ngada, yang membuka mata semua pihak bahwa sistem penanganan kemiskinan di NTT masih perlu dibenahi.

Momentum Berbenah

Bacaan Lainnya

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lake Lena, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta Plh Sekda Flori Rita Wuisan. Hadir pula Staf Khusus Mendagri Hoiruddin Hasibuan, jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan perangkat daerah, hingga insan pers.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa tragedi YBR adalah alarm kemanusiaan. Dua hal utama menjadi fokus perbaikan:
– Evaluasi pendataan warga miskin agar data benar-benar akurat dan tidak dimanipulasi.
– Ketepatan sasaran program sehingga bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.

“Kita semua harus kerja dengan hati dan tulus. Tidak boleh ada orang miskin yang tidak terjangkau,” tegas Gubernur.

Pesan dari Pemerintah Pusat

Hoiruddin Hasibuan menyampaikan bahwa kehadirannya di NTT adalah penugasan khusus Mendagri untuk mendalami kasus YBR. Ia menekankan pentingnya pendataan by name by address, fleksibilitas pendanaan bantuan sosial, serta kesiapan daerah menghadapi kondisi darurat sosial. “Ini bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana kita memperbaiki sistem ke depan,” ujarnya.

Pos terkait