Soe, – Hingga saat ini, nasib masyarakat dampak longsor yang terjadi beberapa bulan lalu di Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), terkait relokasi tempat tinggal belum menemukan kepastian. Kondisi tersebut juga menyeret nama Yayasan YNS yang sempat menjadi sorotan di media sosial karena dianggap hanya memberi janji tanpa bukti.
Menanggapi hal itu, Direktur Yayasan YNS, Yusinta Ningsih Nenobaha menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk membantu warga Kuatae dengan batas waktu hingga 25 September 2025.
“Dari kami, Yayasan YNS, kami akan menunggu jawaban hingga 25 September. Sehingga selain pemerintah yang juga berusaha, kita pun saling membantu. Siapa tahu ada keluarga yang bisa membantu Bapak-Mama dengan sedikit tanah, agar minimal bisa membangun rumah. Yang penting, pelepasan tanah dipastikan secara jelas sehingga nantinya tidak terjadi konflik,” jelas pihak Yayasan YNS.
Lebih lanjut, Uchi sapaan akrab Yusinta Nenobahan menyebutkan jika sampai akhir September tidak ada kejelasan, pihaknya akan mengupayakan langkah lain dengan memanfaatkan program yang dimiliki TNI.
“Mungkin nanti kami akan bersurat resmi untuk meminta bantuan, agar rumah lama ini bisa dibongkar. Barang-barang yang masih bisa digunakan akan dipakai kembali, dan nantinya Yayasan YNS akan membantu membuatkan tempat tinggal bagi Bapak-Mama,” tambahnya.
