Dari Pesta Anggaran Hingga Jerat KPK, Desember Menyimpan Getir Politik Lokal
Aroma Bom-bom Politik
Desember di Lampung Tengah bukan hanya tentang hujan yang turun deras atau pasar yang ramai menjelang Natal. Di ruang-ruang rapat DPRD, bulan ini punya aroma berbeda: aroma “berkat.” Para ketua partai politik menyebutnya bulan panen, saat dokumen KUA-PPAS yang telah disepakati berubah menjadi RAPBD. Di balik angka-angka PAD, belanja dan pembiayaan, terselip kepentingan tersembunyi.
“Ketua partai jadi sasaran. Mereka diminta mengamankan anggota dewan dari partainya masing-masing. Imbalannya suap, dibungkus manis seperti permen bom-bom,” ungkap seorang sumber politik lokal.
Adegan Pasar: Rakyat yang Tersentak
Di Pasar Gunungsugih, kabar penangkapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya (45), jadi bahan obrolan. Pedagang sayur, Siti Rohani, menggelengkan kepala.
“Baru kemarin beliau bicara soal kejujuran di Hari Antikorupsi, eh sekarang ditangkap KPK. Rasanya seperti ditampar,” katanya.
Bagi rakyat kecil, korupsi bukan sekadar istilah hukum. Ia nyata dalam bentuk jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, pelayanan kesehatan yang terbatas, hingga biaya pendidikan yang memberatkan.
Adegan Sekolah: Harapan yang Pupus





