Dirut Charlie Paulus: Bank NTT Siapkan KUR Rp350 Miliar untuk UMKM dan Pekerja Migran

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya -Lot

Kota Kupang, NTT – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) merencanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026 dengan kuota mencapai Rp350 miliar. Program ini difokuskan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyediakan skema khusus bagi pekerja migran.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan penyaluran KUR sempat dihentikan beberapa waktu lalu akibat tingginya kredit bermasalah. Namun, pada 2026 Bank NTT telah memperoleh kuota baru sebesar Rp350 miliar, dengan alokasi Rp100 miliar untuk KUR mikro, Rp200 miliar untuk KUR kecil, dan Rp50 miliar untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bacaan Lainnya

“Target debitur baru KUR 2026 di NTT sekitar 3.450 orang, khusus KUR penempatan PMI menargetkan sedikitnya 1.000 debitur,” ujarnya di Kupang, Sabtu.

Charlie menjelaskan KUR PMI memberikan pembiayaan berbunga rendah sekitar 6 persen dengan plafon hingga Rp100 juta. Dana tersebut dapat digunakan calon pekerja migran untuk membiayai pelatihan, visa, tiket pesawat, hingga biaya hidup sementara di negara tujuan.

Ia menegaskan KUR bukan hibah, melainkan pinjaman yang harus dikembalikan. “KUR itu ibarat doping bagi pengusaha yang masih lemah supaya dibantu terlebih dahulu, dengan harapan suatu saat mereka meningkat menjadi pengusaha yang kuat dan tidak memakai KUR lagi,” katanya.

Pos terkait