Ruas jalan trans Ayotupas – Wanibesak Rusak Total Akibat Tergerus Tanah Longsor

Reporter: Sarry Saekoko 
| Editor: NU
Foto: Kapolsek Amanatun Utara IPDA Zadok Loebaloe bersama Warga

Terkait kondisi ini, Kepala Desa Sono, Paulus Nahak yang dikonfirmasi media ini pada Jumat, (04/04/2025). Mengatakan bahwa terkait kondisi kerusakan jalan akibat longsor yang terjadi diwilayahnya. Ia telah melayangkan surat ke Pemerintah Daerah (Pemda) melalui BPBD dan Dinas PUPR, namun belum ada respon.

“Iya. Terkait longsor ini saya sudah bersurat ke BPBD dan Dinas PUPR, karena ada KK yang rumahnya juga terancam longsor. Bahkan saya ada telpon tapi jawabannya bahwa anggaran tidak ada”, ujar Nahak.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Amanatun Utara IPDA Zadok Loebaloe yang dikonfirmasi saat memantau kondisi jalan tersebut, membenarkan adanya upaya sukarela tenaga oleh sejumlah pemuda setempat, guna penanganan darurat jalur tersebut. Namun terjadi gesekan komunikasi, sehingga sejumlah pemuda yang sudah bekerja memilih berhenti kerja.

“Ia, tadi siang itu saya bersama Bapak Desa Sono dan Desa Sambet kita pantau kondisi disana. Ada bantuan sejumlah material lokal berupa batu gunung, dan tanah putih untuk mereka okvol (urugan), tapi karena mereka kurang puas dengan kondisi itu. Ada gesekan dengan pengguna jalan katanya tidak puas, sehingga pemuda di Sono tidak lanjut kerja”, ujar Kapolsek.

Terkait upaya dan solusi lain terhadap kondisi itu, Kapolsek menjelaskan bahwa telah berkordinasi dengan Kepala Desa Sono dan Desa tetangga Sambet agar sama sama mencari alternatif penanganan darurat lain.

Pos terkait