“Iya terkait solusi lain, tadi bersama Pak Desa Sono dan Desa Sambet, saya minta solusi swadaya lain, dan jawaban Kepala Desa Sono akan diupayakan bersama pemuda setempat”, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sambet Agustinus Tutu Nenometa yang dikonfirmasi, menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut sudah sangat parah, sehingga inisiatif pemuda, bergotong royong untuk membantu pemerintah memperbaiki secara darurat, guna akses transportasi dapat berjalan normal.
“Iya benar, kemarin saya bersama Bapak Kapolsek dan Pak Desa Sono kita lihat langsung kondisi di lokasi, memang sudah sangat parah. Dan saya turut sumbang material batu gunung 4 ret dan sirtu 2 ret, jadi anak-anak pemuda bantu ratakan, tapi karena ada gesekan komunikasi sehingga mereka tidak lanjut kerja”, ujar Tutu.
Menurut pria yang kerap disapa Tutu, berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) TTS melalui Dinas PUPR segera merespon cepat, dengan mendatangkan alat berat karena tanah semakin hari terus bergeser.
“Kita berharap kalau bisa Pemda melalui PUPR segera turunkan Alat Berat (Exavator), agar bantu ratakan badan jalan, sehingga kita bisa susun batu dan ratakan sirtu. Karena kalau tidak respon cepat, maka longsor bergerak terus dan menggeruk badan jalan yang akhirnya akses putus total”, tutupnya.





