Soe, – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Hanura, David Imanuel Boimau, A.Md, tengah menjalankan agenda reses di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sejak 13 Maret 2025. Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka, khususnya terkait infrastruktur, pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan, hingga stabilitas harga komoditas pertanian.
Dalam kunjungannya ke beberapa titik strategis di Kecamatan Kolbano, yakni Desa Kolbano, Pene, Se’i, dan Oeleu, serta wilayah lainnya seperti Desa Pana, Pene Selatan, Taebesa, dan Kecamatan Amanuban Tengah, David Boimau menemukan bahwa infrastruktur jalan menjadi salah satu keluhan terbesar masyarakat.
Sejumlah ruas jalan, seperti Batuputih-Panite, Panite-Kolbano, dan Kolbano-Boking-Malaka, mengalami kerusakan parah. Masyarakat mengeluhkan genangan air di dataran sawah Bena yang semakin memperparah kondisi jalan, sehingga menghambat distribusi hasil bumi dan melemahkan ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, warga di Kecamatan Kualin dan Kolbano juga meminta pembangunan drainase yang mengarah ke laut untuk mencegah banjir yang kerap melanda pemukiman saat musim hujan.
Di sektor perikanan, nelayan di pesisir Selatan berharap mendapat bantuan alat tangkap ikan, seperti kapal, ketinting, dan peralatan tangkap lainnya. Minimnya fasilitas membuat hasil tangkapan rendah, berdampak pada pendapatan yang tidak stabil.