Yang paling krusial, keadilan sejati bagi almarhum Sebastian Bokol pun sepenuhnya bergantung pada ketelitian Hakim memegang kompas ini. Hanya melalui penilaian yang cermat terhadap dakwaan inilah Hakim bisa memastikan: apakah benar 7 orang ini adalah pihak yang harus bertanggung jawab, ataukah ketidakjelasan dalam dakwaan justru berisiko menjauhkan kita dari pelaku sebenarnya dan menutup jalan kebenaran?
Hukum tidak berdiri semata-mata untuk mencapai tujuan akhir, melainkan untuk memastikan cara mencapainya pun benar dan lurus. Hakim yang berani membatalkan dakwaan yang cacat, adalah Hakim yang sedang mengarahkan hukum ini tetap pada jalurnya yang sejati. Putusan sela satu minggu lagi nanti, akan menjadi bukti nyata: ke mana arah kompas keadilan itu bergerak, dan seberapa kuat hukum kita bertahan di tengah badai.***





