Dan seperti lansia yang menunggu cucuran air dari kendi retak, pertanyaan publik tentang air bersih kembali terhenti tanpa jawaban. Warga Kupang masih menunggu, kapan janji air bersih benar-benar mengalir ke rumah mereka.
Hingga berita ini di tayang, Kepala Biro Ekonomi Pemeritah Provinsi NTT, Selvi Nange sulit dihubungi melalui telepon maupun pesan WhatsApp.
