Skor Buruk, Layanan Rapuh: Alarm untuk Bupati dan Wabup Kupang Yosef Lede dan Aurum Titu Eki

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Yosef lede dan Aurum Titu Eki Bupati dan Wabup Kupang dengan Latar belakang Gedung Puskesmas yang Rusak Berat dan Mobil Ambulance dan Jalan kabupaten yang rusak penuh lubang digambarkan dengan warga yang tersandung dan papan “Pelayanan Publik” yang miring di pinggir jalan. Matahari senja berwarna keemasan memberi nuansa harapan jika jalan itu diperbaiki.

Penutup:

Pelayanan publik di Kupang ibarat jalan rusak penuh lubang. Setiap warga yang melintas tersandung, jatuh, dan kehilangan arah. Jika jalan itu tidak segera diperbaiki, lubang akan semakin dalam, dan kesejahteraan hanya tinggal mimpi di ujung lorong. Namun bila pemerintah berani menambal, meratakan, dan membuka jalur baru, rakyat bisa berjalan tegak menuju masa depan yang lebih layak

Bacaan Lainnya

Usul Saran
1. Bupati dan Wakil Bupati harus menjadikan dua surat teguran dan temuan BPK sebagai momentum koreksi, bukan sekadar klarifikasi.

2. Kepala Dinas Kesehatan segera menyusun insentif tenaga medis, memperbaiki prasarana, dan mengajukan tarif kapitasi khusus untuk Puskesmas terpencil.

3. Pemkab Kupang wajib membuka ruang transparansi publik: melibatkan DPRD, akademisi, media, dan masyarakat sipil dalam pengawasan tindak lanjut.

4. Indikator keberhasilan harus jelas: peningkatan tenaga medis, perbaikan fasilitas, distribusi bantuan sosial tepat sasaran, dan akses pendidikan tanpa biaya tersembunyi.

5. Rakyat dan DPRD perlu bersikap tegas: sanksi politik adalah palu perbaikan, bukan sekadar hukuman.

Pos terkait