Antonius Ratu Gah: Sekolah Gratis Itu Ilusi

Reporter: Antonius Ratu Gah  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Penutup
Jika pendidikan adalah kapal besar menuju masa depan, maka biaya kecil yang diabaikan adalah lubang kecil di lambungnya.”
Lubang itu mungkin tak terlihat. Tapi jika dibiarkan, ia bisa menenggelamkan seluruh harapan anak-anak yang seharusnya ikut berlayar.

Usulan kepada Pemerintah
Agar tragedi seperti di Ngada tidak terulang, kami mengusulkan:

1. Pemerintah Pusat
– Revisi kebijakan bantuan pendidikan agar mencakup kebutuhan harian anak: alat tulis, transportasi, dan perlengkapan dasar.
– Bangun sistem deteksi dini berbasis sekolah dan komunitas untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah karena kemiskinan tersembunyi.
– Berikan kewenangan dan perlindungan hukum bagi guru untuk bertindak cepat di luar prosedur administratif dalam situasi darurat anak.

2. Pemerintah Provinsi
– Integrasikan data kemiskinan dan pendidikan secara real-time agar bantuan bisa disalurkan lebih cepat dan tepat sasaran.
– Bentuk tim respons cepat di setiap kabupaten/kota untuk menangani kasus anak yang terancam putus sekolah karena faktor non-akademik.

3. Pemerintah Kabupaten/Kota
– Sediakan dana darurat pendidikan di setiap sekolah yang bisa diakses langsung oleh guru atau kepala sekolah untuk kebutuhan mendesak anak.
– Libatkan tokoh masyarakat, gereja, dan komunitas lokal dalam sistem pengawasan dan pendampingan anak-anak dari keluarga rentan.
– Wajibkan sekolah untuk melaporkan bukan hanya nilai, tapi juga kondisi sosial-ekonomi siswa secara berkala.

Pos terkait