Editorial Redaksi Timor Raya
Sistem yang baik memaksa orang jahat taat aturan, sistem yang buruk membuat orang baik terpaksa berbuat tidak baik.
Pepatah yang kerap dikaitkan dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra itu kembali relevan di penghujung tahun 2025, saat Yosef Lede, Bupati Kabupaten Kupang melantik 985 pejabat struktural dan fungsional.
Di balik prosesi pelantikan, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar seremonial, melainkan bagian dari sistem yang harus bekerja untuk rakyat. “Pelantikan ini bukan pesta jabatan. Ini adalah penyegaran agar sistem pemerintahan berjalan efektif, mengisi kekosongan, dan memastikan pelayanan dasar rakyat tidak terhenti,” ujar Yosef Lede dalam setiap kali ada prosesi Pelantikan Pejabat
Instruksi Presiden Prabowo: Fokus pada Prioritas Rakyat
Dalam arahannya kepada kepala daerah, Presiden Prabowo Subianto menekankan agar setiap pejabat di daerah tidak terjebak pada program keinginan yang bersifat seremonial. Ia menegaskan:
“Jangan habiskan energi untuk acara-acara simbolik. Fokuslah pada kebutuhan dasar rakyat: pangan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Itu yang akan membuat sistem kita kuat dan rakyat percaya.”
Instruksi ini menjadi pengingat bahwa sistem pemerintahan yang baik harus memaksa pejabat untuk bekerja sesuai aturan dan kebutuhan rakyat, bukan sekadar mencari popularitas.





