Suara di Balik Sunyi
Di balik proses hukum dan politik, ada kisah manusia yang tak boleh dilupakan: perempuan korban. Mereka bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan sosok yang harus menanggung trauma, stigma, dan keberanian untuk bersuara
Seorang Kader Posyandu, Silvia (30) Bukan nama sebenarnya, yang baru selesai periksa Kandungannya di Rumah Sakit Umum W.Z Johanis Kupang, diminta jomentarnya terkait kasus YNS VZ YM, Mengatakan bahwa berita itu telah Viral di Medsos seperti di Facebook dan tik tok sehingga partai tidak boleh membiarkan Kadernya melukai hati masyarakat, terutama kelompok marginal.
“Setiap manusia yang masih hidup di kolong langit pasti menyadari bahwa rumah pertama yang dihuni untuk hadir ke dunia adalah rahim perempuan,” ucapnya penuh makna.
Seorang aktivis perempuan di Kupang, yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan betapa sulitnya langkah pertama untuk melawan.
“Banyak perempuan memilih diam karena takut. Takut pada kuasa, takut pada pandangan masyarakat. Tapi ketika ada yang berani bicara, itu bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk semua perempuan yang pernah mengalami hal serupa,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Testimoni Masyarakat Biasa
Kasus ini juga menyentuh hati masyarakat biasa yang menyaksikan dari dekat.





