Ketika Perempuan Melawan Kuasa: Kasus YNS VZ YM, Jawaban Wakil Ketua DPP Partai Golkar

Reporter: NU 
| Editor: Redaksi Timor Raya

Seorang ibu rumah tangga di Kupang, sebut saja Clara (45), bukan nama sebenarnya, mengaku prihatin sekaligus berharap ada keadilan.

“Kami para ibu hanya ingin anak-anak perempuan bisa hidup aman. Kalau ada pejabat yang melakukan kekerasan, itu sangat menyakitkan. Saya berharap partai benar-benar tegas, supaya tidak ada lagi perempuan yang takut bersuara,” ujarnya sambil menggendong anak bungsunya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, seorang mahasiswi Universitas ternama di Kota Kupang ,sebut saja Lidia (21), bukan nama sebenarnya, menilai kasus YNS VZ YM, menjadi pelajaran penting bagi generasi muda.

“Kami para mahasiswa ingin melihat partai politik berani melindungi perempuan. Kalau kasus seperti ini dibiarkan, kami jadi ragu apakah suara perempuan benar-benar dihargai. Putusan Mahkamah Partai nanti akan jadi ujian, apakah Golkar berpihak pada keadilan,” katanya penuh semangat.

Menanti Putusan

Kini, semua mata tertuju pada Mahkamah Partai Golkar di Jakarta. Putusan yang akan keluar bukan hanya menentukan nasib YM, tetapi juga menjadi cermin komitmen Golkar terhadap nilai-nilai keadilan dan perlindungan perempuan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan juga soal keberpihakan pada kemanusiaan. Ketika perempuan melawan kuasa, suara mereka menggema sebagai panggilan moral yang tidak bisa diabaikan.

Pos terkait