Sejak 1999, Pergantian Gubernur Tak Mampu Menghapus Dahaga Warga Ibu Kota NTT, Kepala Biro Ekonomi Bungkam

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya-Lot

Kota Kupang-NTT, — Seperti lansia yang menunggu air di sumur tua, warga Kupang terus menanti aliran air bersih yang tak kunjung datang. Dua dekade lebih, dahaga tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi NTT, Selvi Nange, dikonfirmasi oleh Redaksi Timor Raya melalui telepon dan pesan WhatsApp, namun hingga kini belum memberikan jawaban terkait krisis air bersih di Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Redaksi Timor Raya sebelumnya telah menyampaikan surat resmi berisi daftar pertanyaan kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Kepala Biro Ekonomi pada 19 Januari 2026. Surat yang dikirim melalui pesan WhatsApp tersebut menyoroti persoalan pelayanan air bersih yang sejak 1999 hingga kini belum teratasi, meski terjadi pergantian gubernur berkali-kali.

Dalam surat itu, Media Timor Raya menanyakan sejumlah hal, antara lain:

– Tugas dan kewenangan provinsi dalam menjamin pelayanan air bersih di Kota Kupang.

– Langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT mendukung PDAM Kota Kupang.

– Kondisi jaringan pipa dan sumber air baku.

– Alokasi anggaran sektor air bersih dalam lima tahun terakhir untuk membantu Pemerintah Kota Kupang.

Pos terkait