Perjalanan Isu di Kabupaten Kupang: Luka Seroja, Wisata Rohani, dan Keresahan PPPK

Reporter: Adrianus Ndu  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto Ilustrasi

Wisata Rohani yang Memantik Kontroversi

Ketika luka itu belum sembuh, kabar lain datang: Tokoh Agama Kabupaten Kupang melakukan perjalanan rohani ke Turki dan Roma. Perjalanan itu disebut sebagai ziarah iman, menapaktilasi sejarah Islam di Istanbul dan menyentuh pusat Katolik di Vatikan.

Bacaan Lainnya

Bagi sebagian umat, perjalanan ini adalah kebanggaan: tokoh mereka bisa belajar langsung dari pusat peradaban rohani dunia.

Namun, bagi korban Seroja seperti Yohanes, kabar itu terasa getir. “Kami masih tidur di rumah bocor, tapi Tokoh Agama pergi ke luar negeri. Bukankah seharusnya mereka ada di sini, bersama umat?” katanya dengan nada kecewa.

Perjalanan rohani itu pun menjadi perbincangan hangat.

Ada yang melihatnya sebagai langkah spiritual, ada pula yang menilai kurang peka terhadap realitas umat yang masih berjuang. Isu ini memperlihatkan jurang antara simbol keagamaan dan kebutuhan sosial yang nyata.

Keresahan Baru: Pemotongan Gaji PPPK

Menjelang akhir tahun 2025, kabupaten ini kembali diguncang isu baru: pemotongan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga 50 persen.

Agustinus, seorang PPPK di bidang pendidikan, mengaku tak bisa tidur sejak kabar itu beredar. “Gaji kami sudah pas-pasan. Kalau dipotong separuh, bagaimana kami bayar cicilan rumah dan biaya sekolah anak?” keluhnya.

Pos terkait