“Nanti tim yang dibentuk akan turun ke lapangan untuk mengamati kondisi dan isu di masing-masing lokasi yang akan melakukan uji petik sebagai langkah lebih lanjut. Nantinya bersama dengan para Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran, kita turun dan kita cek satu-satu supaya kita dapat data dan informasi yang akurat,” kata beliau.
”Dalam hal ini ada pro dan kontra dan saya juga ingatkan agar kita bergerak dengan tenang dan hindari pergerakan yang bersifat demo dan provokatif,” ungkap Gubernur.
Untuk diketahui, terkait Pengembangan geothermal di Pulau Flores maka Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperhatikan beberapa hal diantaranya :
1) Menjamin transparansi penuh dalam seluruh proses pengembangan panas bumi, termasuk membuka data lingkungan dan hasil audit independen kepada publik,
2) Mengutamakan keterlibatan masyarakat adat dan tokoh lokal dalam setiap tahap pembangunan, sejak sosialisasi awal hingga operasionalisasi proyek,
3) Menerapkan prinsip pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal, termasuk sistem reinjeksi air panas, rehabilitasi hutan, dan pemetaan rona awal yang ketat,
4) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui skema pembagian manfaat, pengembangan infrastruktur, program pendidikan, dan usaha berbasis energi terbarukan.
