Kejari Kupang, Yupiter Selan Turun Jalan: Dari Stiker Anti Korupsi Hingga Sekolah di Desa Soliu

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Langkah ini menegaskan bahwa Kejari Kupang tidak hanya hadir sebagai institusi hukum, tetapi juga sebagai pengawal pembangunan daerah.

Pulbaket Proyek Bermasalah
Selain penetapan tersangka, Yupiter juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap sejumlah proyek besar bernilai miliaran rupiah. Dari proyek jalan Buraen–Erbaun senilai Rp 9,2 miliar, hingga proyek sabuk merah sektor barat senilai Rp 100 miliar, semuanya masuk dalam radar pengawasan.

Bacaan Lainnya

Namun, di balik angka-angka besar itu, perhatian Yupiter kini tertuju pada proyek sederhana: pembangunan ruang kelas baru di Desa Soliu, Amfoang Barat Daya.

Desa Soliu: Hukum Bertemu Harapan
Sabtu siang, 6 Desember 2025, di bawah terik matahari, Yupiter berdiri di depan bangunan setengah jadi SMP Negeri 2 Amfoang Barat Daya. Tiga ruang kelas baru masih berupa dinding bata yang belum diplester, atap yang belum terpasang, dan tumpukan material yang menunggu dirakit.

“Saya mendapat informasi bahwa progres pekerjaan sangat jelek. Karena itu saya langsung turun ke lapangan. Saya ingin memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Amfoang Barat Laut, khususnya Desa Soliu,” tegas Yupiter.

Bagi masyarakat desa, kehadiran Kajari membawa harapan. Sipora (50), seorang ibu murid kelas VII, menyampaikan dengan mata berkaca-kaca:
“Anak-anak kami selama ini belajar berdesakan di ruang kelas yang sempit. Kalau hujan, bocor. Kehadiran Pak Kajari membuat kami percaya proyek ini tidak akan dibiarkan mangkrak.”

Pos terkait