Turbulensi GF, Bagaikan Pesawat Terbang di Luar Jalur: Tuntutan Pencopotan Kapolda vs Pembelaan Prosedur Penegakan Hukum di Tanah NTT

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Istimewa/AI/ Timor Raya/ 29 Mei 2026/ Adrianus Ndu Ufi

 

 

Bacaan Lainnya

Dugaan Penculikan dan Intimidasi Ditepis, Polda NTT Bantah Uang Hilang dan Penggunaan Senjata

KUPANG – TIMO-RAYA — Bagaikan sebuah pesawat yang seharusnya terbang di jalur penerbangan yang telah ditetapkan, membawa penumpang dengan aman dan tertib, penegakan hukum pun memiliki jalur dan aturan main yang jelas agar tujuannya—keadilan—bisa tercapai. Namun, apa yang terjadi jika masyarakat melihat pesawat itu terbang di jalur yang tak lazim, menderu rendah di atas pemukiman, dan membuat warga ketakutan? Apakah itu dianggap sebagai gangguan, atau sekadar cara lain untuk sampai ke tujuan?

Pertanyaan itulah yang kini menggantung di udara dalam kasus penanganan warga sipil berinisial GF yang dituduh sebagai pengelola akun media sosial kontroversial “Lika-Liku NTT”. Di satu sisi, warga merasa seolah diterpa angin kencang dan ketakutan, menganggap aparat terbang melampaui jalur aturan yang berlaku. Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan bahwa apa yang dilakukan adalah upaya mendaratkan kebenaran dan ketertiban, meski mungkin dirasakan berbeda oleh yang melihatnya dari bawah. Polemik ini kian memanas dan menjadi sorotan publik, membelah pandangan antara upaya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

Pos terkait