Editorial www.timor-raya.com
Perjalanan Wisata Rohani ke Turki dan Roma Bukan Sekedar Wisata, Melainkan Pesan Iman yang Hidup dan Membawa Manfaat Berlapis bagi Peserta serta Umat yang Mereka Pimpin
Ada momen ketika perjalanan Wisata Rohani FKUB Kabupaten Kupang ke Turki dan Roma itu bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah ziarah batin. Itulah yang dirasakan oleh rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kupang saat menapaki jejak sejarah di Turki dan Roma.
Perjalanan wisata rohani ini menjadi lebih dari sekadar agenda resmi; ia menjelma menjadi pengalaman spiritual yang sarat makna, membawa pulang pesan iman dan kerukunan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama di Kabupaten Kupang
Istanbul: Simbol Peradaban Lintas Iman
Langkah pertama dimulai di Istanbul. Hagia Sophia berdiri megah, mengingatkan kita bahwa penyimpanan kisah panjang sebagai gereja, masjid, dan kini museum. Di dalamnya, dipastikan peserta merasakan bagaimana sejarah mampu menjembatani perbedaan. “Peserta wisata Rohani melihat langsung bagaimana sebuah bangunan bisa menjadi simbol lintas iman. Ini mengajarkan bahwa toleransi bukan teori, melainkan praktik nyata,”
Tak jauh dari sana, ada Masjid Biru (Blue Mosque) dengan kubah birunya yang anggun menghadirkan suasana doa yang mendalam. Topkapi Palace, bekas pusat kekhalifahan Utsmaniyah, memperlihatkan bagaimana kekuasaan dan spiritualitas pernah berpadu. Di Pamukkale dan Efesus, peserta menyaksikan jejak peradaban kuno yang mengingatkan bahwa iman selalu tumbuh bersama sejarah manusia.
