Riak Dana Seroja Kabupaten Kupang : Video Bocor, Nama Bupati Terseret, Korban Masih Menunggu Keadilan

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto Istemewa

“Dia perintah pihak BRI bayar. Lalu dasar apa perintah itu? Bukannya dana dari pusat, tapi atas kemauan pemerintah daerah,” ungkap Hendrik.

Perubahan Kategori Korban

Data menunjukkan adanya perubahan kategori kerusakan rumah: rusak berat menjadi sedang, sedang menjadi ringan. Akibatnya, bantuan yang diterima korban berkurang drastis.

Maria, ibu rumah tangga di Desa Oesao, merasa dirugikan.

“Rumah kami roboh total, tapi bantuan hanya Rp25 juta. Tidak cukup untuk bangun kembali,” katanya.

Lukas, seorang petani, juga mengeluhkan hal serupa.

“Saya hanya dapat Rp10 juta, padahal dinding rumah jebol dan atap hilang. Terpaksa pinjam uang ke saudara,” ujarnya.

Sisa Dana yang Dipertanyakan

Seharusnya sisa dana Rp51 miliar tetap berada di rekening virtual BRI. Namun, yang dikembalikan ke kas negara hanya Rp41 miliar. Publik pun bertanya-tanya ke mana Rp10 miliar sisanya.

Empat tahun setelah badai Seroja, luka fisik mungkin perlahan sembuh, tetapi luka sosial akibat ketidakjelasan dana bantuan masih terasa. Video yang beredar hanyalah satu potongan dari mozaik besar persoalan transparansi.

Di balik angka Rp229 miliar, ada wajah-wajah seperti Maria dan Lukas yang masih berjuang membangun kembali rumah dan harapan. Mereka tidak menuntut lebih, hanya meminta keadilan sesuai hak yang dijanjikan.

Pos terkait